Jumat, 04 November 2011

Cerpen Pengalaman Pribadi


Karya Radi


Tak diduga, tak disangka, tak dikira. Apa maksudnya?

Di sebuah desa yang dikenal dengan Desa Mekar Jaya itulah tempat kelahiranku.Disanalah aku sekolah,tepatnya di SD 280 yang jaraknya dari rumah ku kira-kira empat kilometer.Setiap pagi aku berangkat ke sekolah bersama teman-teman dengan jalan kaki.Meskipun kadang-kadang aku mengeluh karena jauh tapi demi masa depanku, aku harus sekolah.

Sudah hampir empat tahun aku sekolah,dua minggu lagi  ulangan untuk semester dua.Di Saat ulangan,aku tidak pernah belajar.Ketika bagi raport aku cemas karena raportku tidak diberikan oleh wali kelasku malahan orang tuaku yang  disuruh ke sekolah.Aku pulang kerumah dengan membawa tangis.

“Kenapa kamu nangis nak,mana raportmu?...”  tanya ibuku.

Aku tidak menjawab pertanyaan ibuku dan terus nangis.

“Ditanya kok diam?..”

Raportku ditahan guru...  Jawabku sambil nangis karena takut kalau dipukul.

 Ibuku kaget mendengar ucapanku,lalu ia kekebun dan mengadu kepada ayahku.Ayahku marah-marah kenapa raportku ditahan.akhirnya ayahku kesekolah untuk menemui wali kelasku.

“Selamat pagi Pak?..” sapa ayahku kepada wali kelasku.

“Ya,selamat pagi,ada apa ya pak?...”  Jawab wali kelasku.

“Begini Pak,saya ini orang tuanya Ardi,mau menanyaka raportnya kenapa tidak dibagikan”.

“Ohhh…”  jawab wali kelasku dengan santai.

“Begini Pak,berhubung kelas enam tahun ini kurang siswa terpaksa siswa kelas lima yang nilainya bagus-bagus  harus langsung naik ke kelas enam.Salah satunya adalah anak bapak.Anak bapak ini nilainya sangat besar-besar dan peringkat satu dikelas,bagaimana menurut bapak,apakah bapak setuju?...”

“Setuju!!!...” jawab ayahku.

Setelah itu ayahku pulang dengan membawa raportku dan diceritakannya kepada aku dan ibuku.

Seperti biasanya,di sekolahku jika setelah pembagian raport pasti libur.Waktu libur ini, aku mengisi liburanku dengan berkunjung ke rumah nenek ku.

“Ehmm..assalamualaikum..?”

“Wa alaikumsalam….” jawab nenek ku.

“Ohh cucu ku..apa kabar cu?...”

“Alhamdullillah baik nek…”

“Sudah bagi raport?...” tanya nenek ku.

“Sudah nek…”

“Rangking berapa ?... tanya nenek ku.

 Aku diam dan agak tersenyum.

“Naik kelas tidak?....”

“Naik nek!..” jawab dengan gugup.

“Rangking berapa?...”

“Rangkkiiiinngg…..satu….”

“Wahhh,,,Pintar cucuku”.

Aku hanya tersenyum dengan ucapan nenek ku.

“Ya sudah,masukkan barang-barangmu ke kamar!...” ucap nenek ku.

Aku pun mengambil tasku dan masuk ke kamar.Setelah satu minggu aku berlibur dirumah nenek ku,aku pulang kerumah ku.

Karena masuk sekolah masih lama setiap harinya aku ditugaskan oleh orang tuaku untuk ke kebun.Ke esok harinya,pagi-pagi aku sudah bangun dan langsung sarapan pagi.Di saat tengah makan,ibuku menyuruh aku ke kebun.

“Sekolahnya masih lama,jadi untuk sementara kamu ke kebun!..Ibu mau Bantu ayah nyadap karet?...”

“Ya bu..tapi….”

“Tapi apa?..” tanya ibuku sambil membuatkanku bekal.

“Tapi tidak lamakan bu!...”

“Tidak,kira-kira satu abadlah…”jawab ibuku dengan tersenyum-senyum.

“Ahh….ibu becandakan….?

“Hemmm..ya sudah ini bekal mu…jangan lupa hati-hati jaga kebun nya,nanti
tanamannya habis dimakan monyet…”

“Ya bu…” jawab dengan tegas.

“Tidak mandi lagi apa?...”

“Tidak,di kebun saja mandi nya…” jawab sambil berjalan.

Sesampai di pinggir kebun,aku berhenti sejenak kutatap kebunku, betapa hijau nya padi yang semalam ditimpa hujan.Dan suara burung berkicau seakan-akan aku berada di dunia yang baru.Selanjutnya aku menuju ke pondok dan meletakkan bekal yang di buat oleh ibu tadi pagi.
Matahari mulai tampak,akhirnya aku mengambil handuk dan menuju kepinggir kebun yang di sana ada sungai kecil mengalir yang airnya jernih.
Setelah mandi aku tertegun di pondok,aku bertanya kepada diriku
.
 “Mengapa harus aku yang naik kelas dari kelas empat ke kelas enam padahal masih banyak siswa yang lain nya…”

“Mungkin inilah berkah dari yang kuasa”..jawab dalam pikiranku.

Berhari-hari aku di kebun,dan sampai akhirnya waktunya untuk sekolah.Pikiranku malas untuk sekolah karena tidak punya teman dan juga pelajaranya pasti sulit,ditambah lagi jaraknya yang jauh.Tapi kapan lagi aku akan mendapatkan ilmu kalau aku selalu malas.Akhirnya aku berangkangkat ke sekolah.Di sekolah,aku bertemu bapak kepala sekolah di kelas.

“Kamu siswa kelas lima yang naik ke kelas enam itukan nak?...” tanya Pak kepala sekolah.

“Yaaa Pak” jawab dengan ragu.

“Bagus,bagus…selamat ya nak!...”

“Terima kasih Pak!....”

“Apakah kamu siap untuk belajar di kelas enam?...” tanya Pak Kepala Sekolah.

“Siiiiaap Pak..!” jawab dengan ragu.

Bapak itu tersenyum dan keluar kelas,karena sudah ada guru yang mau mengajar.Setelah itu,Pak guru yang mengajar masuk kelas dan kami memulai belajar.Mulai saat itulah,aku duduk di kelas enam dan  belajar dengan pelajaran kelas enam sampai akhirnya lulus sekolah. “Every amazing” bukan?..

“The end”











Oleh: Radi wallubi sy

Senin, 31 Oktober 2011

Tapak Suci Putera Muhammadiyah

   1.    SEJARAH TAPAK SUCI
Di Banjarnegara, Jawa Tengah, Kiyai Haji (K.H.) Syuhada pada tahun 1872 memiliki seorang putera yang diberi nama Ibrahim. Sejak kecil ia menerima ilmu pencak dari ayahnya. Ibrahim tumbuh menjadi Pendekar yang menguasai pencak ragawi dan batin / inti tetapi sekaligus Ulama yang menguasai banyak ilmu, kemudian berganti nama menjadi K.H. Busyro Syuhada. 
Pada awalnya K.H.Busyro Syuhada mempunyai 3 murid, yaitu :
§  Achyat ( adik misan ), yang kemudian dikenal dengan K.H. Burhan
§  M.Yasin ( adik kandung ), yang dikenal dengan K.H. Abu Amar Syuhada
§  Soedirman, yang dikemudian hari mencapai pangkat Jenderal dan pendiri Tentara 
Nasional Indonesia, bahkan bergelar Panglima Besar Soedirman.
Pada tahun 1921 di Yogyakarta, bertemulah K.H. Busyro Syuhada dengan kakak beradik Ahmad Dimyati dan Muhammad Wahib. Dalam kesempatan itu mereka adu ilmu pencak antara M. Wahib dan M. Burhan. Kemudian A. Dirnyati dan M. Wahib dengan pengakuan yang tulus  mengangkat K.H. Busyro Syuhada sebagai guru dan mewarisi ilmu pencak dari K.H. Busyro Syuhada yang kemudian menetap di Kauman. Menelusuri jejak gurunya, Ahmad Dimyati mengembara ke barat sedang M. Wahib mengembara ketimur sampai ke Madura untuk menjalani adu kaweruh ( uji ilmu ). Pewaris ilmu banjaran, mewarisi juga sifat-sifat gurunya M. Wahib sebagaimana K.H. Busyro Syuhada, bersifat keras, tidak kenal kompromi, suka adu kaweruh. Untuk itu sangat menonjol nama M. Wahib dari pada  A. Dimyati. Sedang A. Dimyati yang banyak dikatakan ilmunya lebih tangguh dari pada adiknya M. Wahib tetapi karena pendiam dan tertutup maka tidak banyak kejadian-kejadian yang dialami. Sebagaimana M. Burhan yang mempunyai sifat dan pembawaan sama dengan A. Dimyati. K. H. Busyro Syuhada pernah menjadi guru pencak untuk kalangan bangsawan dan keluarga Kraton Yogyakarta. Salah satu diantara muridnya adalah R.M. Harimurti, seorang pangeran kraton, yang dikemudian hari beberapa muridnya mendirikan perguruan–perguruan pencak silat yang beraliran Harimurti.


Kauman, Seranoman dan Kasegu
Pendekar Besar KH Busyro Syuhada memberi wewenang kepada pendekar binaannya, A. Dimyati dan M. Wahib untuk membuka perguruan dan menerima murid. Perguruan baru yang didirikan pada tahun 1925 itu diberi nama Perguruan "Kauman", yang beraliranBanjaran.
Perguruan Kauman mempunyai peraturan bahwa murid yang telah selesai menjalani pendidkan dan mampu mengembangkan ilmu pencak silat diberikan kuasa untuk menerima murid.
M. Syamsuddin yang menjadi murid kepercayaan Pendekar Besar M..Wahib diangkat sebagai pembantu utama; dan dizinkan menerima murid. Kemudian mendirikan perguruan ”Seranoman".  Perguruan Kauman menetapkan menerima siswa baru, setelah siswa tadi lulus menjadi murid di Seranoman. Perguruan Seranoman melahirkan pendekar muda Moh. Zahid, yang juga lulus menjalani pendidikan di perguruan Kauman. Moh. Zahid yang menjadi murid angkatan ketiga (3) bahkan berhasil pula mengembangkan pencak silat yang berintikan kecepatan; kegesitan, dan ketajaman gerak. Tetapi murid ketiga ini pada tahun 1948, wafat pada usia yang masih sangat muda. Tidak sempat mendirikan perguruan baru tetapi berhasil melahirkan murid, Moh. Barie lrsjad.
Pendekar Besar KH Busyro Syuhada berpulang ke Rahmatullah pada bulan Ramadhan 1942. Pendekar Besar KH Busyro Syuhada bahkan tidak sempat menyaksikan datangnya perwira Jepang, Makino, pada tahun 1943 yang mengadu ilmu beladirinya dengan pencak silat andalannya. Makino mengakui kekurangannya dan menyatakan menjadi murid Perguruan Kauman sekaligus menyatakan masuk Islam kemudian berganti nama menjadi Omar Makino. Pada tahun 1948 Pendekar Besar KH Burhan gugur bersama dengan 20 muridnya dalam pertempuran dengan tentara Belanda di barat kota Yogyakarta. Kehilangan besar pesilatnya menjadikan perguruan Kauman untuk beberapa sa’at berhenti kegiatannya dan tidak menampakkan akan muncul lagi Pendekar. Moh. Barie lrsjad sebagai murid angkatan keenam (6) yang dinyatakan lulus dari tempaan ujian Pendekar M. Zahid, M. Syamsuddin, M. Wahib dan A. Dimyati kemudian dalam perkembangan berikutnya mendirikan perguruan "Kasegu"
Kalau perguruan-perguruan sebelumnya diberi nama sesuai dengan tempatnya. Perguruan Kasegu diberikan nama sesuai dengan senjata yang diciptakan oleh Pendekar Moh. Barie Irsjad.

Lahirnya Tapak Suci
Moh. Barie lrsjad akhirnya mengeluarkan gagasan agar semua aliran Banjaran yang sudah berkembang dan terpecah-pecah dalam berbagai perguruan, disatukan kembali ke wadah tunggal.
Pendekar Besar M. Wahib merestui berdirinya satu Perguruan yang menyatukan seluruh perguruan di Kauman. Restu diberikan dengan pengertian Perguruan nanti adalah kelanjutan dari Perguruan Kauman yang didirikan pada tahun 1925 yang berkedudukan di Kauman.
Pendekar M. Wahib mengutus 3 orang muridnya. dan M. Syamsuddin mengirim 2 orang muridnya untuk bergabung. Maka Pendekar M. Barie Irsjad bersama sembilan anak murid menyiapkan segala sesuatunya untuk mendirikan Perguruan.
Dasar-dasar perguruan Kauman yang dirancang oleh Moh. Barie lrsjad, Moh. Rustam Djundab dan Moh. Djakfal Kusuma menentukan nama Tapak Suci. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dikonsep oleh Moh Rustam Djundab. Do’a dan lkrar disusun oleh H. Djarnawi Hadikusuma. Lambang Perguruan diciptakan oleh Moh. Fahmie Ishom, lambang Anggota diciptakan oleh Suharto Suja', lambang Regu Inti "Kosegu" diciptakan Adjib Hamzah. Sedang bentuk dan warna pakaian dibuat o!eh Moh. Zundar Wiesman dan Anis Susanto.
Maka pada tanggal 31 Juli 1963 lahirlah Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci

                 2. IKRAR TAPAK SUCI

Bismillahirrahmanirrahim
 Asyhadu anal ilaha illallahWa asyhadu anna Muhammdan Rasu-lullahRodli-tu billa-hi robban, wabil islami dinawabinMuhammadin nabiyyan wa rasulanQul huwallahu ahad, allahushomad, lam yalidWalam yu-lad walam yakullahu-kufuan ahad.

Saya siwa / anggota TAPAK SUCI Putera Muhammadiyah, berikrar :

   1. Setia menjalankan ibadah dengan ikhlas karena Allah semata.
   2. Mengabdi kepada Allah, berbakti kepada bangsa dan negara, serta membela keadilan             
       Dan kebenaran.
   3. Menjauhkan diri dari segala perangai dan tingkah laku yang tercela.
   4. Mencari perdamaian dan kasih sayang serta menjauhi perselisihandan permusuhan.
    5. Patuh dan taat pada peraturan serta percaya kepada kebijaksanaanpimpinan.
    6. Dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat tanpa iman dan akhlaksaya menjadi lemah.La-khaula    
      wala-quwwata illa billa hil aliyil adzhim.

  3. ARTI LAMBANG TAPAK SUCI
Keseluruhan lambang tersimpul dengan nama TAPAK SUCI, yang mengandung arti:
Bentuk bulat : Bertekad Bulat
Berdasar biru : Keagungan
Bertepi hitam : Kekal dan abadi melambangkan sifat ALLAH SWT
Bungan Mawar : Keharuman
Warna Merah : Keberanian
Daun Kelopak hijau : Kesempurnaan
Bunga Melati Putih : Kesucian
Jumlah Sebelas : Rukun Islam dan rukun Iman
Tangan Kanan Putih : Keutamaan
Terbuka : Kejujuran
Berjari Rapat : Keeratan
Ibu jari tertekuk : Kerendahan Hati
Sinar Matahari Kuning : Putera Muhammadiyah
Bertekad bulat mengagungkan asma ALLAH Subhanahuwata’ala, kekal dan abadi. Dengan keberanian menyerbakkan keharuman dengan sempurna. Dengan Kesucian menunaikan Rukun Islam dan Rukun Iman. Mengutamakan keeratan dan kejujuran dengan rendah hati.

 


                     4. SERAGAM TAPAK SUCI
            

               1.      Lingakaran Kuning  mengelilingi leher artinya  mental dan spiritual
               2.      Lingkaran Kuningdi tangan kanan  artinya: Setia kawan
               3.      Lingkaran Kuningdi tangankiri artinya : bela diri
               4.      Lingkaran Kuningdi kakikanan: olahraga
                     5.              Lingkaran Kuningdi kakikiri:seni dan budaya



                                          5.  SABUK TAPAK SUCI 
                 Terdapat tiga kategori tingkatan:
                  1.  Kuning untuk Siswa
             Pencari ilmu

       1.     Siswa Dasar(Kuning Polos)
       2.     Siswa Satu(Kuning melati cokelat satu)
       3.     Siswa Dua (Kuning melati cokelat dua)
       4.     Siswa Tiga(Kuning melati cokelat tiga)
       5.     Siswa Empat(Kuning melati cokelat empat)

                        2. Biru untuk Pelatih atau Kader 
               Mengajarkan ilmu,menganalisis metode latihan dan teknik
 
                 1.      Kader Dasar(Biru Polos)
                 2.      Kader Muda (Biru Melati Merah Satu) 
                 3.      Kader Madya(Biru Melati Merah Dua)
                 4.      Kader Kepala(Biru Melati Merah Tiga)
                 5.      Kader Utama(Biru Melati Merah Empat)

                       3. Hitam untuk Pendekar 
               Menemukan dan menganalisi ilmu ditingkatan yang lebih tinggi lagi.

                 1.      Pendekar Muda(Hitam Melati Merah Satu)
                 2.      Pendekar Madya(Hitam Melati Merah Dua)
                 3.      Pendekar Kepala(Hitam Melatih Merah Tiga)
                 4.      Pendekar Utama(Hitam Melati Merah Empat)
                 5.      Pendekar Besar(Hitam Melati Merah Lima)


         6. JURUS TAPAK SUCI
Sebelum resmi berdiri, jurus-jurus khas TAPAK SUCI pada awalnya diberi nama dengan nomor, seperti Jurus 1, 2, dst. Setelah TAPAK SUCI dideklarasikan di tahun 1963, jurus-jurus itu diberi nama dengan nama-nama flora dan fauna. Dasar penamaan ini agar senantiasa mengingat kebesaran Allah yang berkuasa menciptakan segala mahluk. Selain itu hal ini mengandung arti bahwa jurus TAPAK SUCI yang kosong akan sama halnya dengan tumbuhan dan hewan, yang hanya memiliki naluri dan hawa nafsu, tanpa memiliki akal dan budi pekerti, tanpa memiliki Iman dan Akhlak.
Terdapat 8 (delapan) jurus khas di dalam TAPAK SUCI, yaitu:
1.     Jurus Mawar
2.     Jurus Katak
3.     Jurus Naga
4.     Jurus Ikan Terbang
5.     Jurus Lembu
6.     Jurus Rajawali
7.     Jurus Merpati
8.     Jurus Harimau
Kedelapan Jurus ini diaplikasikan untuk Permainan Tangan Kosong maupun Bersenjata, baik untuk kegunaan olahraga, seni, maupun beladiri. Setiap Jurus ini memiliki Sikap Awal, yaitu sikap awal pesilat yang mendahului setiap permainan jurus.

7.    SENJATA TAPAK SUCI
Senjata Khas TAPAK SUCI adalah Senjata Segu (Serba Guna), yang diciptakan oleh Pendekar M.Barie Irsjad, belafaz "Muhammad". Sebagai perguruan yang melestarikan seni budaya bangsa yang luhur, TAPAK SUCI merupakan perguruan pencak silat yang juga melestarikan seni beladiri bersenjata. Teknik permainan senjata ini dilestarikan dan dikembangangkan masing-masing oleh para anggota TAPAK SUCI di pusat maupun di daerah. Senjata khas beladiri itu di antaranya Pisau, Golok, Toya, Rante, Tekken, Clurit, Pedang, Trisula, Double-stick, Kerambit, Pecut, dan Keris. Selain itu, TAPAK SUCI secara serius mengembangkan permainan senjata yang merupakan tradisi TAPAK SUCI, yaitu Senjata Alif, Segu, Golok Mawar, Tombak Naga, dan Kipas. Senjata tradisi ini dipelajari sebagai dasar dari senjata jenis lainnya. Sebagai contoh, permainan Golok Mawar dapat diaplikasikan untuk permainan senjata keris beladiri.